▴LUKAS 19 : 10▴ JANGAN HILANG PENGHARAPAN
(Ps. Abednego)
Artikel Terkait
Top Artikel

JANGAN HILANG PENGHARAPAN
(Ps. Abednego)
Ketika kita bicara pengharapan, kita bicara tentang rasa aman dan keteguhan. Pengharapan
diumpamakan sebagai sauh yang aman (Ibr. 6:19-20), yang menjaga kapal (baca: hidup) kita agar tetap
berada dalam posisi yang benar, tidak terbawa arus.
Dalam pengharapan, ada gambaran tentang sesuatu yang kita inginkan terjadi dan ada rasa percaya
bahwa gambaran itu akan terwujud nyata. Agar pengharapan itu menjadi kenyataan, harus ada iman di
dalamnya. Iman sendiri adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala
sesuatu yang tidak kita lihat (Ibr. 11:1). Iman perlu dihidupi. Agar iman itu hidup, kita perlu bertindak;
karena iman tanpa perbuatan pada dasarnya adalah mati (Yak. 2:17). Ketika iman dan pengharapan
bersatu, mukjizat terjadi.
Pengharapan adalah sesuatu yang pasti di dalam Tuhan. Tidak ada kekecewaan ketika kita menaruh
harap pada Tuhan. Bahkan ketika segala sesuatunya terjadi di luar kemauan kita, yakinlah bahwa Allah
tidak mengabaikan kita. Ini adalah cara Tuhan memberi jawaban, yang ketika kita imani kebenarannya,
maka terobosan akan terjadi.
Jangan pernah kehilangan pengharapan. Inilah yang membuat kita tetap aman, tidak tergerus, tidak
berubah haluan. Tuhan pasti memberikan yang terbaik karena Dia sendiri yang menjamin hidup kita.
Pengharapan, iman, dan tindakan akan menghadirkan mukjizat. Haleluya. Amin.
